septa store

8 Aturan Dasar Memulai MPASI Pada Bayi

Aturan Dasar Memberi MPASI Pada Bayi | Mungkin terdengar sepele, memakai aturan hanya untuk memberi makan ke bayi. Sayangnya, masih banyak para ibu yang mengabaikannya.
 8 Aturan Dasar Memulai MPASI Pada Bayi

Berikut adalah beberapa aturan dasar sebelum mulai memberikan makanan padat pendamping ASI/sufor.

Yang paling penting, lakukan responsive feeding! Artinya, kita harus lihat bagaimana respons atau reaksi anak saat kita sedang menyuapi mereka. Jadikan makan sebagai kegiatan menyenangkan.

Berikut beberapa aturan mainnya:

1. Mulai dengan Senyuman dan Hati yang Tenang Saat Menyuapi Anak

Percayalah, bayi akan kurang nyaman jika kita , terburu-buru atau tidak sabar ketika memberi makan dan merasa gelisah.

2. Posisi Duduk Adalah Cara Terbaik Memberi Makanan Pada Bayi

Selalu beri makanan ke bayi dengan posisi bayi duduk, digendong dan baik dipangku yang terbaik adalah dengan menggunakan jenis kursi makan atau high chair. Ini untuk mencegah agar bayi tidak mengalami bahaya tersedak serta mengajarkan bayi kebiasaan baik saat makan.

3. Sebisa Mungkin Gunakan Sendok Bayi untuk Menyuapi

Apabila bayi menolak, berhentilah, tetapi coba lagi di lain waktu. Boleh saja menyuapi anak dengan menggunakan tangan untuk melatih mengurangi refleks menolak sendok, tapi pastikan agar tidak menjadi kebiasaan.

4. Jangan Pernah Memaksa Sang Bayi untuk Makan dengan Sendok Makan, Apalagi Sampai Memaksa Memasukkan Sendok ke Dalam Mulutnya


5. Hormati Selera Makan Bayi

Bayi adalah mahluk kecil yang pintar. Oleh karena itu ajarkan bayi Anda ketika sedang lapar maka masukkansendok sendok makan kedalam mulutnya, dan juga beri jeda antar suapan, danhentikan memberi makan ketika bayi telah merasa kenyang.


6. Tidak Perlu Menambahkan Garam atau pun Gula Pada Makanan Bayi

Sebisa mungkin perkenalkanlah bayi pada rasa alami buah, sayur, dan aneka bahan makanan lain tanpa perlu repot menambahkan garam ataupun gula ke dalam masakan. Apalagi penyedap rasa. Adaptasi terhadap berbagai rasa makanan akan mengembangkan kemampuan indra perasa bayi.


7. Lakukan Pengenalan Makanan Sebaiknya Secara Single dengan Aturan Tunggu 4 Hari

Ini adalah aturan untuk berjaga-jaga dengan cara memberikan 1 jenis makanan saja setiap perkenalan makan baru.

Misalnya: Awal MPASI kita berikan bubur beras merah + ASI/sufor. ASI/sufor jelas bukan pemicu alergi atau intoleransi makanan. Beras merah kita lihat reaksinya.

Reaksi alergi biasanya datang sesaat atau beberapa jam setelah konsumsi dimulai. Kalau terjadi alergi segera hentikan konsumsi dan coba lagi bulan depannya.

Kita menunggu hingga empat hari untuk mengetahui reaksi pencernaannya. Apakah jadi sembelit atau malah mencret-mencret. Kadang ada orangtua yang merasa dua atau tiga hari saja sudah cukup untuk menunggu.

Boleh saja, asalkan sudah siap segala antisipasi kalau suatu hari terjadi reaksi (biasanya pencernaan) yang tidak diinginkan.

Jika sebuah bahan makanan sudah lulus, kita bisa kombinasikan dengan bahan lain yang ingin kita “tes”. Misal: beras merah-ASI/sufor sudah lulus. Sekarang bisa dicoba yang lai seperta pakai daging ayam. Kalau terjadi alergi/intoleransi ataupun gangguan pencernaan, Anda pasti sudah tahu penyebab dari alergi atau terjadinya masalah pencernaan pada bayi.


8. Lakukan dengan Sabar

Sangat dianjurkan untuk orangtua berlaku sabar terhadap sang bayi. Saat belajar makan itu “cobaan” buat anak dan orangtua. Anak yang selama 6 bulan awal hidupnya hanya dapat menangis lalu mengisap ASI/sufor, sekarang harus belajar hal lain baru yang sangat kompleks seperti bertemu sendok, mengunyah, ataupun menelan.

Orangtua juga belajar untuk mengajarkan tata cara makan yang baik, mengenalkan aneka makanan, mengajarkan kebiasaan memilih dan memakan makanan yang sehat, dan belajar menerima penolakan.


Iya, saat sudah susah payah bikin makanan, lalu dilepeh oleh si bayi itu rasanya pasti menjengkelkan. Semua pihak (bayi dan orang tua) belajar bersama di sini, dan perlu waktu untuk saling menyesuaikan. Jadi, sabar, sabar, sabar dan ikhlas.

(mw/cw)