septa store

2 Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan Ibu Muda

Pertanyaan Paling Sering Diajukan Ibu Muda | Berbicara tentang sang buah hati tentu banyak hal yang harus diketahui. Apa saja pertanyaan yang sering diajukan ibu muda perihal bayi yang dimilikinya? Simak ulasannya berikut ini.

2 Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan Ibu Muda

1. Bayi Harusnya Pertama Kali Diberi Makanan Apa?

Pertanyaan spektakuler saat mulai memberikan makan pada bayi adalah, “Kasih apa dulu ya? Bubur ? Jus sayuran? Susu? atau Buah?”

Untuk di Indonesia sendiri, lazimnya buah pisang yang sudah ranum merupakan jenis makanan padat pertama yang paling sering diberikan oleh para ibu.

Kalau di negara Barat, mereka menggunakan apel yang dikukus atau dipanggang dengan sedikit taburan kayu manis bubuk lalu dipurée/dihaluskan dan dikenal dengan nama “apple sauce”. Selain itu baby cereals alias tepung sereal (di sini dikenal dengan tepung beras).

Kemudian, ada juga yang menganjurkan alpukat sebagai makanan pertama yang terbaik. Dari pengalaman kami dan juga riset yang ada, hal ini sebenarnya tidak berlaku secara umum.

Beberapa kejadian yang ada anak malah mencret kalau makan alpukat. Tapi beberapa anak lainnya tidak masalah.

2 Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan Ibu Muda


Beberapa orang juga menyarankan untuk pertama kali memberi sayuran daripada buah-buahan untuk meminimalkan ketidaksukaan terhadap berbagai jenis sayuran.

Namun, sebetulnya tidak ada fakta penelitian yang membuktikan secara memuaskan bahwa pengenalan buah lebih dulu bisa membuat anak tidak menyukai sayur. Jadi, adalah hak dan keputusan anda untuk memulai mana yang lebih dahulu dikenalkan.

Panduan terbaru dari WHO menyarankan makanan dari serealia (beras) menjadi makanan pertama karena rendah tingkat kemungkinan menyebabkan alergi.

Namun, perlu diketahui, beberapa anak mengalami masalah sembelit saat mengonsumsi bubur dari beras karena terlalu pekat atau karena mengandung banyak zat besi (terutama beras merah). Jadi pastikan untuk mencukupi kebutuhan cairannya, ya (bisa dari air putih, ASI, atau pun sari buah).

Anjuran WHO dan UNICEF adalah memberikan langsung makanan dalam bentuk pekat, tetapi pada praktiknya boleh saja memulai dengan mengenalkan makanan padat pertama berupa bubur tepung beras merah yang dilarutkan dalam ASI.

Mulai dari tekstur sangat encer, hingga mengental dan akhirnya mulai memberi variasi. Hal ini bisa dilakukan secara bertahap dalam waktu 1 minggu, tujuan satu minggu pertama adalah membiasakan anak untuk mengenal jenis ‘makanan’ baru. Setelah itu, silakan bereksperimen dengan tekstur dan rasa secara bertahap.

Jadi, sekali lagi: Hal atau jenis pilihan makanan pertama ini tidak berlaku secara general/ umum. Setiap anak memiliki keadaan berbeda-beda sehingga mau tidak mau ‘trial and error’ adalah hal yang umum dalam masa awal MPASI Rumahan.

2. Apa Saya Harus Membuat MPASI Sendiri untuk Bayi Saya ?

Berikut kami jelaskan alasan mengapa sebaiknya membuat makanan pendampin ASI (MPASI) sendiri jauh lebih baik bagi bayi Anda, berikut alasannya:
  • Bayi memiliki hak untuk mendapatkan yang terbaik dari orang tuanya.
  • Makanan yang dibuat sendiri di rumah, terpantau oleh kita sendiri dari segi kebersihan, jenis makanan, dan pengolahan. 
  • Makanan yang kita masak sendiri di rumah, tentu akan jauh lebih banyak variasi rasanya daripada makanan kemasan. Lebih segar? Tentu saja! Hal ini mempermudah saat beralih dari makanan bayi ke table food (makanan keluarga). Dengan ‘belajar’ memberikan makanan sehat untuk makanan bayi, otomatis kita juga akan terbawa untuk ikutan sehat dan makan aneka makanan dari bahan yang lebih bervariasi juga.
  • Makanan bayi instan atau pabrikan mengandung gula, garam, dan bahan tambahan lainnya yang walaupun sudah diizinkan oleh Badan POM, tetap tidak disarankan untuk diberikan pada bayi. Apalagi diberikan setiap hari. Apalagi, jika kita mempunyai resource yang memadai untuk memasak dari bahan segar setiap hari. Makanan bayi instan hanya untuk keadaan darurat atau buat bekal kalau piknik. 
  • Beberapa bahan tambahan makanan yang berizin bisa memicu reaksi alergi seperti: pewarna tartazine, sunset yellow, carmoisine, ponceau 4R, dan bahan pengawet makanan Sodium Benzoate. 
Produk pewarna ini biasanya terdapat di yogurt pabrikan, minuman berasa lainnya, sari buah pabrikan, permen, dan, es krim pabrikan. Amannya sih, hindari konsumsi makanan berproses yang mengandung perisa tambahan, pewarna dan pengawet.

Sekian ulasan sekaligus jawaban 2 pertanyaan paling sering diajukan ibu muda. Semoga bermanfaat.

(mw/cw)