Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Sarkoma

Kanker Sarkoma adalah kanker yang mempengaruhi jaringan tertentu, termasuk tulang, kulit dan jaringan lunak lainnya. Beberapa kanker sarkoma yang berbahaya adalah sarkoma tulang yang termasuk osteosarcoma, Ewing sarcoma dan chondrosarcom.

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Sarkoma

Dikutip dari Medical News Today, kanker sarkoma yang mempengaruhi kulit dan disebabkan oleh virus disebut Sarkoma Kaposi. Ada juga sarkoma yang mematikan, yakni sarkoma jaringan lunak. Sarkoma jaringan lunak adalah tumor yang relatif langka yang mempengaruhi jaringan penghubung di salah satu sistem tubuh. Ada lebih dari 50 jenis sarkoma jaringan lunak.

Sementara itu, jenis-jenis dari sarcoma meliputi pleomorfik, tumor stroma gastrointestinal, liposarkoma, leiomyosarcoma dan sarkoma sinovial. Gejala mungkin tidak terlihat, dan satu-satunya tanda sarkoma adalah adanya benjolan yang teraba. Biasanya bila terasa nyeri, itu berarti lokasi tumor dekat dengan saraf.

Untuk mendiagnosis kanker sarkoma sendiri biasanya melalu berbagai tahapan. Setelah anamnesis dan pemeriksaan medis, scan pencitraan medis akan membantu untuk menginformasikan diagnosis, yang dapat dikonfirmasi secara definitif melalui analisis laboratorium dari sampel tumor.

Setelah itu bisa dilakukan pengobatan. Pengobatan, seperti untuk bentuk lain dari kanker, dapat dilakukan berbagai cara, termasuk operasi, terapi radiasi dan kemoterapi.

Apa Itu Sarkoma?

Benjolan sarkoma bisa tanpa gejala dan mungkin tidak diketahui sampai cukup besar atau dampak lokasinya di otot lokal atau saraf. Sarkoma jaringan lunak, seperti namanya, mempengaruhi jaringan lunak dan mengelilingi sistem tubuh. Jaringan lunak termasuk lemak, otot, pembuluh darah, jaringan kulit dalam, tulang rawan, tendon dan ligamen.


Jenis-Jenis Kanker Sarkoma Jaringan Lunak

Sarkoma adalah salah satu jenis kanker yang langka. Namun kasusnya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berikut ini adalah jenis kanker sarcoma jaringan lunak:

  1. Pleomorfik sarkoma yang terdiferensiasi: sebelumnya dikenal sebagai histiocytoma berserat ganas, tumor ini paling sering ditemukan di lengan atau kaki tapi kadang-kadang di belakang perut. 
  2. Gastrointestinal stromal tumor (GIST): sarkoma jenis ini mempengaruhi sel-sel saraf otot khusus di usus. 
  3. Liposarkoma: adalah sarkoma jaringan lemak
  4. Leiomyosarcoma: sarkoma yang mempengaruhi otot polos (di dinding organ)
  5. Sarkoma sinovial: biasanya ditemukan di lengan atau kaki sekitar kapsul sendi
  6. Tumor ganas di selubung saraf perifer: juga dikenal sebagai neurofibrosarcoma, mempengaruhi lapisan pelindung saraf.
  7. Rhabdomyosarcoma: terjadi di otot dan merupakan kanker anak. Sementara secara keseluruhan langka, tumor ini biasanya dialami anak-anak usia 7 tahun. 


Penyebab Kanker Sarkoma

Hanya satu jenis sarcoma jaringan lunak yang memiliki penyebab jelas yang diketahui yakni sarkoma Kaposi, kanker yang disebabkan oleh human herpesvirus 8.

Sebagian besar jenis sarcoma jaringan lunak penyebabnya tidak diketahui sama sekali. Namun ada beberapa faktor yang berhubungan dengan penyebab kanker ini diantaranya faktor genetik, faktor risiko, dan usia.

Tes dan Diagnosis Sarkoma

Nah, untuk diagnosis sarkoma jaringan lunak sendiri masih sama yakni dengan menggunakan pendekatan yang digunakan juga untuk jenis kanker lainnya. Setelah dokter Anda nantinya menganamnesa tentang benjolan dicurigai, benjolan akan diperiksa secara fisik dan kemudian dipindai. Biopsi untuk mengambil sampel dari benjolan akan memungkinkan ahli patologi di laboratorium untuk membuat diagnosis.

Beberapa patokan berikut harus digunakan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut benjolan tersebut:
  1. Benjolan berukuran lebih besar dari 2 inci atau tidak diameternya. 
  2. Benjolan tersebut tetap, bergerak atau terpendam. 
  3. Pernah ada benjolan serupa atau tidak sebelumnya. 
Pencitraan medis membantu untuk menemukan dan memberikan informasi lebih lanjut tentang tumor untuk memandu diagnosis. Hal ini juga dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan pengobatan atau untuk mencari tingkat penyebaran kanker itu sendiri.

Teknik pencitraan meliputi:
  • sinar-X
  • CT scan (computed tomography), untuk gambaran yang lebih rinci dari sinar-X yang menjadi gambar cross-sectional.
  • MRI (magnetic resonance imaging), yang sering digunakan untuk sarkoma jaringan lunak. 
  • USG
  • PET (positron emission tomography), scan yang menyoroti jaringan kanker.
  • Bentuk biopsi digunakan untuk mengkonfirmasi kanker tergantung pada lokasi benjolan.
Biopsi dapat digunakan untuk tumor kulit dan melibatkan alat tajam kecil untuk mendapatkan sampel yang disebut biopsi jarum. Biopsi jarum biasanya merupakan tes awal untuk menyingkirkan masalah lain dan memberikan saran diagnosis kanker.

Menggunakan jarum yang sangat tipis dan jarum suntik untuk mengambil sampel dari benjolan, yang dapat dicapai ke bagian yang lebih dalam tanpa operasi. Prosedur ini dapat dipandu dengan CT scan atau USG

Selain itu, dapat pula dilakukan yang namanya biopsi bedah. Biopsi bedah yang menggunakan sampel baik dari seluruh tumor (biopsi eksisi) atau hanya bagian dari tumor (biopsi insisi), keduanya dapat dilakukan. Tumor lebih dekat ke permukaan kulit dapat dibiopsi di bawah anestesi lokal sementara tumor yang lebih masuk ke dalam tubuh harus membutuhkan anestesi umum.

Pengobatan Sarkoma Jaringan Lunak

  • Operasi pengangkatan tumor dan jaringan sekitarnya adalah pengobatan utama sarkoma. 
  • Terapi lokal, termasuk operasi.
  • Terapi radiasi untuk menghancurkan sel-sel kanker yang dapat dilakukan selain operasi, atau dilakukan sebelum atau setelah operasi. 
  • Kemoterapi.
Beberapa sarkoma jaringan lunak memiliki perawatan obat tertentu, terapi gen bertarget atau terapi biologis seperti immunotherapy bisa dilakukan. Uterine sarcoma, misalnya, dapat diobati dengan terapi hormon selain pengangkatan melalui histerektomi.

(mw/kr)
loading...